jump to navigation

Semarang, Saya Datang! 27 January 2008

Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: , , ,
trackback

Keramaian Kota Semarang

Eh, bener kan kalo hari yang baru dimulai ketika sang ‘tuan jam yang berdetik’ menunjukkan pukul 00.00?! Perjalanan hari kedua kami pun dimulai ketika sang waktu berputar ke jam 00.00 di hari Minggu, 20 Januari 2008. Dan kami pun tetap di bus yang sedang berjalan menuju Semarang…

Mungkin beberapa dari kalian yang membaca akan bertanya “apakah si teman sebangku dan saya masih menjadi orang yang paling ingin dibunuh di bus?” (wuih..bahasanya serem juga ya….. yang baca harus sudah cukup umur nih…. Hehe…) Jawabannya…. “MAY” alias maybe yes…maybe no… (nyontek dari Ringgo nih…), karena si teman sebangku dan saya masih tetap ngobrol selama perjalanan, tetapi kami sudah mulai merasa capek dan ngantuk. Jadi… kami pun mulai mengikuti jejak peserta yang lain, yaitu MENCOBA UNTUK TIDUR.

Sayangnya, proses adaptasi kami berdua untuk tidur di dalam bus berjalan sedikit lambat, sehingga kami merasakan sedikit kesulitan untuk tidur dengan nyenyak. Bisa sih tidur, tapi tidurnya bukan tidur berkualitas bagus yang menyebabkan kami sering terbangun. Dan ketika terbangun, kami pun memulai lagi segala ‘percakapan yang tidak penting’ itu. Maaf lagi ya teman-teman….. (bagi yang kurang memahami bagian ini, disarankan untuk membaca postingan sebelumnya)

Seperti layaknya sebuah lagu terkenal “Supir juga Manusia” (halah, ini sih seenak2nya saya aja ngubah judulnya) dan “Peserta juga Manusia” (ini juga…hehe…), kami berhenti beberapa kali untuk beristirahat, minum, dan ke kamar kecil.

Eeeniwei, perjalanan dilanjutkan dan kami tiba di Semarang ketika matahari sudah menampakkan wajahnya. Oh iya, sebelum memasuki Semarang, kami sempat melewati kota Kaliwungu yang terkenal sebagai kota pemintal benang dan kotanya para kartunis loh…

Setibanya di Semarang, kami beristirahat di Restoran Istana (Jl. MT Haryono 842, Semarang) dan menikmati pra-sarapan. Hmm, opo toh maksudnya ‘pra-sarapan’? Jadi gini loh, kami menikmati makan pertama di hari itu (roti dan kopi/ teh hangat), tetapi makanan itu nggak bisa dimasukin kategori sarapan, karena yang beneran sarapan masih menunggu di McDonald yang berlokasi di dekat Hotel Ciputra di daerah Simpang Lima.

The bus stopped in front of the restaurant

Selesai pra-sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan untuk melihat-lihat keindahan kota Semarang dan menikmati sarapan yang sebenarnya di McDonald. Sebenarnya sih, kebanyakan peserta agak kecewa karena sarapannya di McDonald, karena kami sempat berharap untuk menikmati makanan tradisional Semarang. Ketika hal ini ditanyakan ke pihak panitia, McDonald dipilih, karena restoran-restoran besar di Semarang masih belum buka, dan mereka khawatir kalau makan di Simpang Lima (dimana para penjual makanannya kebanyakan kaki lima), pedagang makanannya tidak mampu untuk melayani jumlah yang banyak sekaligus. Kalo ada yang nanya “Lah, kalian kok bisa pra-sarapan di Restoran Istana? Kan sampainya malah lebih pagi….”, itu karena Ko Rony, pemilik Restoran Istana, adalah salah satu panitia tur ini. Getoh loh….

Menurut rencana, kami sudah harus tiba di Kudus sebelum jam makan siang, karena kami akan makan siang di Hotel Grypta Kudus (hotel tempat kami menginap). Tetapi panitia memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat terkenal dan bersejarah di Semarang dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Kudus (keputusan yang sangat bagus nih…. =p ).

Pada tau ngga kemana kami berkunjung? LAWANG SEWU….. bangunan yang terkenal dengan legenda seribu pintunya… Hmm, pada penasaran kan dengan cerita kunjungan kami ke Lawang Sewu??!! Tapi sabar dulu ya… Cerita ini baru akan dimuat di postingan selanjutnya…. Sing sabar….

Berhubung saya baik hati dan tidak sombong (huekkkk…), buat sedikit mengobati rasa penasaran kalian, saya kasih foto2 kota Semarang dulu ajah ya…. Don’t worry! I’ll be back…. soon… =)

TuguMuda

Ini adalah gambarTugumuda yang merupakan monumen bersejarah yang terletak di tengah Kota. Monumen ini dibangun guna mengenang para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang pada tanggal 14-19 Oktober 1945 melawan Tentara Jepang.

Dalam pertempuran ini banyak para pemuda-pemuda Semarang yang gugur. Monumen ini dibuat berbentuk lilin dan pada kaki-kakinya terdapat beberapa relief yang menggambarkan penderitaan rakyat pada masa itu. Monumen ini diresmikan pada 20 Mei 1953 oleh Presiden RI Soekarno. (Sumber: Informasi Pariwisata Nusantara hal. 243)

Wisma Perdamaian

semarangkota_11.jpg

Comments»

No comments yet — be the first.