Lawang Sewu, Seribu Pintu 2 February 2008
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.Tags: central java, jawa tengah, Lawang Sewu, semarang
trackback
Seperti janji saya sebelumnya, kali ini saya kembali lagi dengan cerita hari kedua perjalanan para peserta tur, bagian kedua…
Sebelum kita lanjut ke cerita perjalanan ini, berikut sedikit informasi tentang lokasi kota Semarang.
Well, sejak saat pertama menjejakkan kaki di kota yang terkenal dengan makanan khas lumpia ini, naluri ‘hunting’ angle2 bagus untuk diabadikan kamera telah berhasil mengalahkan naluri biologis mata saya untuk menutup dan beristirahat melihat apapun (ngomong tidur aja kok susah bener sih Neng?hehe…) Berbekal kamera Nikon 801, saya pun menyalurkan insting ‘hunting’ itu dengan menjepretkan sang kamera berulang kali, lagi dan lagi. Sungguh tawaran pemandangan indah yang tidak bisa dilewatkan begitu saja.
Seperti yang tertulis di episode selanjutnya (cailah bahasanya bo…) rencana awal perjalanan hari kedua ini adalah melanjutkan perjalanan ke Jepara setelah selesai sarapan di Semarang. Karena para bapak panitia memutuskan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Semarang terlebih dahulu, sampailah kami ke Lawang Sewu, perhentian pertama dari beberapa perhentian yang menakjubkan di Kota Semarang ini…
Hal pertama yang terlintas di pikiran saya ketika Pak Joko Intarto mengumumkan bahwa bus Wisata Karya akan berhenti di Lawang Sewu adalah “WOW… Mengunjungi Lawang Sewu yang terkenal dengan keangkerannya itu??!!”

(Pemandangan kontradiktif antara bangunan modern yang terawat dengan Lawang Sewu yang notabene adalah bangunan kuno yang sedikit terlupakan perawatannya.)
Sesampainya di bangunan yang konon kabarnya memiliki seribu pintu itu, panitia terlebih dahulu menemui juru kunci Lawang Sewu untuk meminta izin rombongan memasuki sang bangunan bersejarah. Nama Lawang Sewu sendiri memang berarti seribu pintu. Lawang berarti pintu dan sewu berarti seribu.
Memasuki bangunan tua ini, saya sangat takjub melihat arsitekturnya yang memang sangat Te O Pe alias keren banget. Dari satu sudut, akan terlihat banyak pintu yang berderet membentuk perspektif yang sangat indah.
Tetapi, jujur, perasaan sedikit merinding dan was-was juga ada di dalam hati saya. Meskipun Ibu Kartini, sang pemandu yang mengantar peserta mengelilingi bangunan bersejarah ini, mengatakan bahwa keberadaan makhlus halus di Lawang Sewu hanyalah mitos belaka, saya tetap saja merasa ngeri kalau terpisah dari rombongan dan harus sendirian di salah satu tempat karena terlalu lama sibuk jepret sana jepret sini.
Nih… saya tunjukin gambar yang ruangan yang membuat bulu kuduk saya berdiri.
Tak dapat dipungkiri pula, meskipun kental dengan aura-aura mistis, Lawang Sewu menawarkan banyak angle yang sangat indah untuk dijepret oleh para pecinta dunia fotografi. Saya yang masih menggunakan kamera non-digital saja hampir menghabiskan 1 rol film hanya dalam waktu kira-kira 1 jam kunjungan kami ke sana.
Di dalam bangunan ini, ada banyak tempat yang sangat menakjubkan. Begitu masuk, kita akan disuguhkan visualisasi ukiran di kaca dinding yang harus digapai dengan terlebih dahulu menaiki beberapa anak tangga.
Detail ukiran ini malah saya dapat dengan jelas di jendela yang berada di lantai dua. Ketika melihat ukiran ini lebih jelas (tanpa efek sinar matahari yang menerangi dari bagian belakang jendela seperti terlihat di gambar yang pertama), saya kembali tercengang dengan keindahannya.
Juga ada sebuah tempat yang menyajikan pemandangan indah kota Semarang dilihat dari lantai dua Lawang Sewu dan sebuah kamar gelap yang penuh dengan kelelawar (yang tidak bisa saya foto karena tidak berani memakai lampu flash dengan alasan takut kelelawarnya akan panik berterbangan ke arah saya)
Overall, kunjungan ke Lawang Sewu ini menjadi kunjungan yang tak akan terlupakan bagi saya. Baik karena keindahan perspektif dan detail yang ada di tiap jengkal sudut bangunan ini, atau pun karena faktor mistis yang berhasil membuat saya merinding semeriwing…. Hehe….
And, seperti biasa, I’ll be back… soon…












lawang sewu itu emang serem abis..
waktu itu aja ada uji nyali di lawang sewu pesertanya digangguin kan?? barang-barang bergerak sendiri. katanya orang bisa nyasar di dalem situ.
hii.. sereem!!