Gereja Blenduk Semarang 3 February 2008
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.Tags: central java, gereja blenduk, jawa tengah, semarang
trackback
Setelah tercengang-cengang dengan keindahan dan kemistisan Lawang Sewu,kami melanjutkan perjalanan ke situs bersejarah lainnya di kota Semarang, yakni GPIB Immanuel atau yang dikenal pula dengan sebutan Gereja Blenduk.
Nama Gereja Blenduk muncul bukan tanpa alasan. Atap atau kubah gereja ini yang membulat atau membelenduk membuat gereja ini lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk dibandingkan nama aslinya Gereja GPIB (Gereja Protestan Indonesia bagian Barat) Immanuel.
Karena arsitektur atap gereja ini yang membulat adalah satu-satunya di seluruh dunia, Gereja ini dicintai oleh para pecinta seni dari seluruh dunia dan dijadikan situs bersejarah yang dikunjungi oleh wisatawan dalam dan luar negeri.
Kami berhenti di seberang pelataran parkir gereja Blenduk karena kami sampai pada hari Minggu pagi dan sedang ada umat yang melaksanakan kebaktian. Kami berhenti di depan gedung asuransi Jiwasraya yang ternyata tak kalah indahnya. Sayang, pada saat kamera saya menangkap keindahan arsitektur gedung Jiwasraya, ada tiang listrik dan sebaris kabel listrik yang sedikit menutupinya…
Begitu bus Wisata Karya berhenti, para peserta bergegas turun dan mengambil posisi terbagus untuk menjepretkan kameranya. Andaikan sang bunyi kamera saat shutter release ditekan bisa terdengar jelas, saya yakin bunyi ‘ceklak ceklek’ itu tak akan berhenti terdengar sampai kami kembali melanjutkan perjalanan. Gereja Blenduk ini memang terlalu indah untuk tidak diabadikan.
Arsitektur yang indah ini tidak hanya bisa dilihat dari luar gereja. Ukiran yang memuaskan mata pun terlihat di dalam bangunan gereja ini.
Foto ini saya ambil dengan ‘mencuri masuk’ ke lantai dua bangunan gereja, karena takut mengganggu kekhusukan para umat yang sedang melakukan kebaktian.
Meskipun kunjungan kami ke Gereja Blenduk ini terbilang cukup singkat dan kurang leluasa karena adanya umat yang beribadah, saya tidak kecewa telah mendapat kesempatan untuk mengabadikan keindahan gereja ini dalam beberapa foto. Kunjungan ini pun tak akan terlupa, dan bila ada kesempatan mengunjungi Semarang lagi, Gereja Blenduk akan menjadi situs wajib dalam catatan tempat-tempat yang akan saya kunjungi. Mudah-mudahan saja bisa terwujud…. Amin….
Dari Gereja Blenduk, kami melanjutkan perjalanan ke sebuah kelenteng yang berada di Gang Lombok yang terkenal pula dengan lumpia mak nyuss nya. Tapi sabar dulu ya… detail cerita ini baru akan saya muat di bagian ke-4 cerita perjalanan hari kedua ini… hehe….
Dan seperti biasa… I’ll be back… soon… =)







tengkyu,aq jadi kangen ma semarang neh