Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, Djarum, GOR, jawa tengah, kudus

Arrived at Djarum sport building at lunch time, we were provided with some delicious foods. Guys… if you noticed Djarum logo at that building, you’ll see a shuttle cock. That’s because this building especially provided for Indonesian badminton development.
Tiba di GOR Djarum pada waktu makan siang, kami pun disuguhi banyak makanan lezat disana. Jika diperhatikan,pada logo Djarum yang terukir di gedung ini terdapat shuttle cock. Ini dikarenakan GOR ini memang dibangun khusus untuk perkembangan badminton di Indonesia. Di sini, para remaja-remaja berbakat yang mau bersungguh-sungguh menggeluti dunia ini akan dilatih dan digembleng dengan baik.
We, the participants, have seen how big this building and completed with enough facilities a badminton player needed. And we were also seen their practice. But, before that, let’s see what other information we got from Pak Handojo just after we finished our lunch.
Kami, para peserta, telah melihat betapa luas gedung yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh seorang pemain badminton. Kami juga berkesempatan melihat latihan mereka. Tapi sebelumnya, mari kita lihat dulu, informasi tambahan apa yang kami dapatkan dari presentasi Pak Handojo setelah kami menikmati makan siang. (more…)
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, Djarum, jawa tengah, kudus
We continued to SKM (Sigaret Kretek Machine = Machine Made Cigarette) unit. We were not allowed to bring camera, mobile phone, or any other device with function to capture picture or voices. So sorry I just can save the pictures of the sophisticated machines only in my mind. =)
Selanjutnya kami melanjutkan kunjungan ke unit SKM (sigaret kretek mesin). Memasuki tempat para pasukan rokok diproduksi dengan canggih ini, kami tidak diizinkan membawa kamera, handphone atau alat apapun yang dapat merekam gambar dan suara. Jadi saya hanya bisa menyimpan gambar-gambar perjalanan pasukan rokok di mesin canggih itu di dalam memori otak saya saja. Maaf ya…. =) (more…)
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, Djarum, jawa tengah, kretek, kudus

Thank you for not disturbing my good night sleep at Hotel Grypta… Then we can begin the story of the third day. Woke up at 5.30 a.m. on Monday, 21 January 2008, I took a bath then prepared for Djarum factory visit. With Mbak Esa Putri, my roommate, around 6.50 we went to the hotel lobby where the other finalists have gathered and enjoyed the breakfast.
Terima kasih banyak tidak mengganggu tidur nyenyak saya di Hotel Grypta… Kita sudah memasuki hari ketiga perjalanan. Terbangun jam 5.30 pada hari Senin, 21 Januari 2008, saya pun mandi dan mempersiapkan diri untuk kunjungan ke pabrik Djarum. Bersama Mbak Esa Putri, teman sekamar, kami pun menuju lobi hotel tempat para peserta lain sudah berkumpul dan menikmati sarapan.
If you are used to consume cigarette, have you paying attention to the package? If you did, can you explain the meaning of the ‘36% + Rp 35,-/pcs’ or ‘22%+Rp 7,-/pcs’? Well, if you have no idea about that, please continue reading this post, because I’ll tell you later…
Kalau Anda seorang penikmat rokok, pernahkah Anda memperhatikan bandrol yang terdapat pada kemasan rokok itu? Kalau pernah, bisakah Anda jelaskan maksud tulisan ‘36% + Rp 35,-/btg’ atau ‘22%+Rp 7,-/btg’ tersebut? Well, kalau benar2 tidak punya ide tentang maksud tulisan itu, lanjutkanlah membaca postingan ini, karena akan dijelaskan nanti… (more…)
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, jawa tengah, kudus, Menara Kudus
Finally, after five parts of the story of the 2nd day of the journey told about the adventure in Semarang, we arrived at Kudus….
Akhirnya, setelah 5 bagian cerita hari kedua perjalanan kami ke Jawa Tengah bercerita tentang petualangan di Semarang, kami pun tiba di Kota Kudus…
Our first stop in Kudus was the restaurant of Hotel Grypta, the hotel we would sleep that night. Arrived almost 4 p.m. we enjoy our ‘delayed lunch’. That was because there was traffic jam in the way from Semarang to Kudus. Anyway, the lunch was still delicious enough eventhough it was a little bit delayed (or was it tasted more delicious because of it was delayed then we felt very hungry? Dunno…. =p )
Perhentian pertama di kota Kudus ini adalah restoran Hotel Grypta, yang juga merupakan hotel tempat kami menginap. Tiba hampir jam 4 sore, kami pun menikmati ‘makan siang yang tertunda’ karena adanya si Komo lewat (alias macet) dalam perjalanan dari Semarang ke Kudus. Eeeniwei, meskipun tertunda, makan siang itu tetap terasa nikmat di lidah kami (atau terasa lebih nikmat karena makan siangnya tertunda dan kami merasa lebih lapar? Ga tau dech…. =p )
Finished with the lunch, we were given some time to take a bath and preparing ourselves to go to the next stop, Menara Kudus.
Setelah menikmati makan siang, para peserta diberikan kesempatan untuk mandi dan berganti kostum (halah, bahasanya…emangnya badut pake ganti kostum?hehe…) Dan petualangan pun dilanjutkan dengan mengarah ke Menara Kudus.
(more…)
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, jawa tengah, Kelenteng, Sam Poo Kong, semarang
*from many sources
When the tour participants finished with the super delicious lumpia from Gang Lombok, we continued the journey to Central Java by visiting Kelenteng Sam Poo Kong which also known as The Stone Building.
Setelah peserta tur selesai menikmati lumpia mak nyuss dari Gang Lombok, kami pun melanjutkan perjalanan menjelajah Jawa Tengah dengan mengunjungi Kelenteng Sam Poo Kong atau yang dikenal juga dengan nama Gedung Batu.

Not like any other kelenteng, Kelenteng Sam Poo Kong visited not only by Chinese and Buddhist people, but also by people from other religion such as Islam and Christian.
Tidak seperti kelenteng lain, Kelenteng Sam Poo Kong ini dikunjungi bukan hanya oleh warga keturunan Tiong Hoa dan yang beragama Budha, tetapi juga oleh orang-orang yang beragama lain dan berasal dari ras lain.

(more…)
Posted by sannywannatell in A story about Me..., Academic.
Wuhu…Whola….
Thesis? Thesis? Thesis?
Whats wrong with that term?
Nothing’s wrong actually, but that term has made me a little bit ‘crazy’ for the last 4 months (with the internship as well…)
Then? How about the questionnaire?
Yeah…it’s the part of the thesis then I need to distribute the questionnaire to my juniors in this university…
And how much do I need to photocopy that “things”?
For almost 400 people…. and for 1 people, 4-7 pages…..
OMIGOS…..
But, through these exhausting months, I found that the main key to complete process is the MOOD
Yeah….just wondering where have my mood gone and how to make it come back to me? (is it look like a song lyric? Desperately said, yes…. =p)
This time, I just believe I can finish it….
AJA!!!!!
Posted by sannywannatell in Intermezo.
Tags: hidup, wise words
Suatu hari seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.
Pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
Murid-muridnya ada yang menjawab “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabat”. Sang guru menjelaskan semua jawaban itu benar tetapi yang paling dekat dengan kita adalah
KEMATIAN Sebab kematian adalah pasti adanya.
Lalu sang Guru meneruskan pertanyaan kedua “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?” Murid-muridnya ada yang menjawab “negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang”.
Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar. Tapi yang benar adalah…
MASA LALU
Siapa pun kita, bagaimana pun kita dan betapa kayanya kita, kita tetap tidak bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang.. (more…)
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Road to Semarang & Kudus.
Tags: central java, Gang Lombok, jawa tengah, Kelenteng, Lumpia, semarang
As I said in the previous post, I’ll be back with the story of the visit to a Kelenteng located on Gang Lombok which also known with the super delicious lumpia.
Seperti yang tertulis di post sebelumnya, saya kembali dengan cerita kunjungan ke sebuah kelenteng yang berada di Gang Lombok dan juga terkenal dengan lumpia enaknya.

Before we entered the area of this kelenteng, we would see a duplicate of a ship which believed to be the ship of Laksamana Ceng Ho when he sailed to Semarang.

Sebelum memasuki area kelenteng ini, kita akan melihat sebuah replika kapal yang dipercaya sebagai kapal yang dipakai Laksamana Ceng Ho ketika berlayar ke Semarang.

(more…)