Lost In Love 28 May 2008
Posted by sannywannatell in Pilem.trackback

Sebenarnya sih jarang2 juga saya nonton film Indonesia di bioskop. Soalnya seringkali film yang dulunya pengen banget ditonton, eh malah diputer di TV2 swasta kita. Tapi karena penasaran dengan publikasi film ini yang menyebutkan kalo Lost In Love ini adalah film Indo dengan setting Prancis yang kental banget, juga beberapa bagian pure menggunakan bahasa yang katanya paling romantis sedunia ini. Filmnya sendiri merupakan kelanjutan kisah cinta Adit dan Tita dari sekuel sebelumnya, Eiffel I’m In Love. Tita yang masih kekanak2an berlibur di Paris, setting pertama dimulai dengan ketertarikan Tita pada sebuah diary unik yang akhirnya dibeli.
Pada saat orang tuanya mengadakan first launching restoran Indonesia mereka, Tita ngambek karena tidak dikenalin Adit ke teman2 kuliahnya yang kebanyakan orang Prancis. Sebenarnya sih alasan Adit karena dia tahu, temen2nya mo ngerjain Tita karena dari dulunya Adit sudah sering sekali menyebut nama Tita. Cuma, karena Adit tipikal orang yang kaku, yang ditangkap Tita malah Adit itu marah2 ama dia karena mo kenal ama temen2 kuliah Adit. Ngambeklah Tita.
Berbekal 50 euro yang diambil dari dompet Bunda-nya, Tita pergi dengan supir dan mobil keluarga. Kemudian mampir ke sebuah kafe. Tita yang ga bisa bahasa Prancis pun akhirnya menghabiskan uang 50 euro itu memesan 5 cangkir coklat panas karena ketidakpahaman si waitress. Dari awal masuk kafe itu, ada seorang cowo yang terus2an ngeliatin Tita. Akhirnya nyamperin dan ngajak kenalan. Karena satu adegan memalukan, Tita menumpahkan coklat panasnya ke baju si cowo yang bernama Alex dan langsung kabur meninggalkan diary dan kamus bahasa Prancis-nya begitu saja.
Tita pun tersesat di jalanan kota Paris yang tidak dikenalnya. Namun satu kejadian membawa nya bertemu kembali dengan Alex. Dibawa ke apartment Alex untuk bertukar baju yang basah kuyup akibat tercebur di kolam. Adit dan keluarga Tita cemas setengah mati mengetahui Tita kabur. Sedangkan Tita malah enak2an menelpon temannya di Indonesia dan curhat ke Alex tentang kekesalannya. Sebenarnya ga bisa dibilang curhat juga. Karena Alex mengaku ga bisa bahasa Indonesia dan menyarankan Tita untuk mengeluarkan emosinya dengan bercerita padanya tapi menganggap Alex sebagai cermin. Tita pun mengetahui kisah Alex yang merebut pacar sobatnya sendiri.
Karena keletihan, Tita pun pingsan. Bangun2, dia di rumah sakit dengan Adit di sebelahnya. Eh, dasar dua orang ini hobinya berantem dan ga ada yang mo ngalah, tetep aja ujung2nya salah paham di saat Adit mo ngebalikin kunci diary Tita. Alex yang mengunjungi Tita pun disemprot oleh Adit. Dan ternyata, Adit adalah teman yang dikhianati oleh Alex,da n doi bisa bahasa Indonesia. (sementara setengah adegan pertama Tita dan Alex berbahasa Inggris)
Tita datang ke tempat Alex dan bertemu dengan ibunya yang ternyata adalah pembuat diary Tita. Berhasil membuka diarynya dengan kunci cadangan, Tita menemukan catatan pendek dari Adit. Tita pun mengejar Adit untuk meminta maaf.
Yah, ending cerita ini bisa ditebak. Tita dan Adit kembali baikan dan mereka pun beromantis2 ria dengan latar belakang Paris yang menakjubkan. Bagi saya pribadi, jalan ceritanya kurang menggigit. Sedikit bisa ditebak padahal sudah didukung dengan biaya yang tinggi untuk syuting di Paris. Agak kecewa dengan keseluruhan film ini, karena pada akhirnya hanya bergumam “Oh, gini doank toh…Kirain se-spektakuler apa…”


Comments»
No comments yet — be the first.