jump to navigation

Hidup (dan) Bahagia itu Pilihan 16 September 2008

Posted by sannywannatell in My Opinion.
trackback

Sebuah frase yang mungkin kedengaran klise dan sering diucapkan oleh semua orang.
Tapi, hal ini yang sempat saya rasakan setelah mengalami banyak pertanyaan di dalam hati, pikiran, jiwa dan sanubari (okeh, yang ini emang rada lebai alias hiperbolis…hehe…)

Saya yakin, hampir semua dari kita pasti pernah bertanya (atau terlintas dalam pikiran kita) “untuk apa saya hidup?” atau “apa sih tujuan hidup saya?”
Atau mungkin “kenapa hidup saya seperti ini?”
Kalau ga pernah, berarti bagus…karena sudah bisa menerima hidup dengan pasrah dan lapang dada.

Beberapa pengalaman mengajarkan saya, ternyata yang namanya hidup itu sebuah pilihan.Yang namanya bahagia itu sebuah pilihan.
Dan yang namanya hidup (dan) bahagia atau hidup dan berbahagia itu juga sebuah pilihan.

Contoh kasus, banyak orang yang mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara2 yang tidak masuk akal atau tidak diijinkan oleh agama (terlepas apapun agamanya)
Beberapa orang, yang menurut pandangan orang lain mempunyai kehidupan yang sempurna, tidak merasa bahagia.

Saya ga bisa bercerita panjang lebar, karena pengalaman yang saya punya belum cukup untuk menceritakan itu semua.
Tetapi satu hal yang saya sadari sekarang (dan mudah2an akan terus saya sadari dan tidak saya lupakan), yang namanya hidup dan bahagia itu adalah pilihan kita sendiri.
Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat.
Tergantung dengan pola pikir apa kita menilai.

Meminjam istilah seorang teman, remote control kehidupan dan kebahagiaan kita berada di tangan kita sendiri.
Jangan diserahkan kepada orang lain.
Jadi mulai sekarang, coba cari tau dimana posisi remote control kita. Bila di tangan orang lain, berusahalah untuk merebutnya kembali.
Karena hidup (dan) bahagia itu adalah pilihan…

Comments»

1. gessi - 1 November 2009

ehmmm… ;)
benerrr bangedd.. kadang (mostly) our emotions take control of our happiness.. :D
en susahhhh utk bisa ngalihin hal itu..