Past, Present and Future 3 December 2008
Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, My Opinion.Tags: hidup, renungan
trackback
Sebuah postingan yang inspirasinya datang dari beberapa hari yang lalu, tapi baru diingat untuk ditulis sekarang.
Dari sebuah cetingan dengan (lagi2) temen ceting yang nun jauh disana dan belum pernah ketemu muka, Fajar, yang ngomong tentang “Present Fajar lagi sebel sama Past Fajar”.
Ternyata Fajar sendiri dapat inspirasi ini ketika nonton film “How I Met Your Mother”.
Yang saya tangkap dari omongan nya Fajar, dia sendiri mengelompokkan dirinya menjadi 3 bagian yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Past, Present and Future Self.
Yang namanya manusia, pasti sudah paham dan sangat mengenal 3 kata itu. Past alias masa lalu. Present alias masa sekarang. Dan future alias masa depan. Yang pasti sih, kita sendiri ga pernah bertemu muka langsung dengan ketiga hal yang disebutkan tadi. Tapi entah kenapa, term “past, present and future” itu selalu menjadi term yang santer dalam kehidupan manusia.
Satu hal yang bisa menjadi bahan renungan, manusia memang ga akan bisa lepas dari yang namanya masa lalu. Masa lalu itu sudah terjadi dan mau tidak mau, suka tidak suka, akan selalu menjadi bagian dari kehidupan seseorang. Entah itu masa lalu yang bagus, jelek, indah ataupun menyedihkan, masa lalu tetaplah masa lalu. Ga akan ada satu hal pun yang bisa kita lakukan untuk kembali dan mengubah masa lalu. So, jika sesuatu terjadi di masa lalu, terimalah, hadapilah, dan pahamilah kalau semua itu tetap bagian dari kehidupan kita sebagai manusia. Yang bisa kita lakukan adalah menata masa sekarang dan menyongsong masa depan yang harus lebih cerah.
Masa lalu boleh menjadi pelajaran untuk kehidupan masa sekarang dan masa depan. Hanya kita tidak boleh larut dan hanyut dalam masa lalu.


lalu apa inti tulisan ini??
Intinya ya tentang past, present and future…
3 masa yang selalu ada dalam kehidupan seorang manusia.
omongannya berat euy … huhu..
yah emang harusnya kita ngerjain apa yang bisa kita kerjain sekarang. tapi lebih seringnya (at least kalo aku sendiri) menunda2, procrastinating kalo istilah kerennya.
yok jadi “present kita” yang baek biar ntar “future kita” ga sebel ama “past kita” in the future… err.. bener ga yah penyampaiannya haha
Iya deh pak Fajar yang disebut-sebut di postingan ini…
Lumayan bener kok penyampaiannya. Yang jelas berusaha maksimal agar siapapun yang berada dalam kondisi “present” ga sebel ama yang “past”… Ntah masa sekarang ato di masa depan…
Kesambet apa ya kemaren sampe ngomongnya ‘berat’ gini
kayaknya ada bahasa yang ringan buat dimengerti soal ini..
sama aja kan kayak,” hari ini lebih baik dari masa lalu n besok harus lebih baik dari hari ini”.
satu hal yang pasti, kita ga bisa hindari 3 sesi itu..
Hmmm… hari ini belon tentu lebih baik dari masa lalu. Bisa jadi karena perbuatan diri di masa lalu, masa sekarang yang mendapat getahnya…
Tapi bener, hari besok harus lebih baik dari hari ini
membahas soal masa lalu – masa kini – masa depan ga semudah bahas 1-2-3..
tapi juga ga serumit angka2 algoritma ( menurut saya)..
daripada sibuk2 bahas soal ini n makan banyak waktu, tenaga, dll, lebih baik kita jaga diri n jaga sikap, agar “masa depan” kita ga menderita..
yoi… that’s right baby… ^^
masa lalu harus dijadikan pelajaran untuk membuat masa depan kita menjadi lebih baik dari sekarang….
dan klo dipikir2, ternyata masa lalu itu yang membentuk masa depan kita, coba deh dibayangin bener ga? (just want to share)
masa depan itu tidak berbentuk, oleh karena itu kita membentuknya disini (dimana pun lo berada)
Hehe.. jadi rame gini postingan ini…
Setujuhhhhh.. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan adalah perbuatan kita sendiri… Tapi mereka akan tetap ada, sedang ada, dan akan ada… Apapun yang akan terjadi
)
(kecuali kalo kiamat sudah datang
trus, mau ngomongin kiamat ni san??
hehehehe….chubbyyyyyyyyyyyyyyyy……………………..:p