jump to navigation

Be a Better Woman 19 December 2008

Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, Event.
Tags: , , ,
trackback

Hmm, bukan karena ini sudah mendekati penghujung tahun makanya sok2an buat postingan buat jadi a better person.

Kemaren tuh, saya ikut seminar sehari yang pembicaranya adalah Bapak Mahayoni, seorang sahabat yang juga menjadi atasan saya di kantor.

Bersama konconya, Pak Hendrik Lim, dua orang bapak ini mengadakan seminar membagikan kiat2 dan sikap yang harus dibangun dalam menghadapi badai dan krisis global yang berada di depan mata.

Sebenarnya, kita hanya butuh sikap sederhana dan otonom untuk menghadapi krisis yang kelihatannya begituĀ  menakutkan dan membuat kepanikan di banyak kalangan.

Sifat yang kita butuhkan adalah ketenangan, dan otonomi terhadap diri sendiri untuk tidak melakukan sesuatu atas dasar pimpinan dan keinginan orang lain secara langsung maupun tidak langsung.

Singkatnya adalah, seperti yang pernah saya tulis di salah satu postingan terdahulu, HOLD YOUR OWN REMOTE CONTROL!

No matter what happen, no matter what people do to you, no matter what surrounding you, you will always be you. You are the decision maker of your own way. Please do your own responsibility and let God do the rest.

Kebahagiaan kita tidak perlu tergantung oleh apa yang dilakukan atau apa yang tidak dilakukan oleh orang lain. Keputusan kita untuk menjadi orang yang lebih baik dan melakukan tindakan baik tidak perlu tergantung oleh si ini, si itu, atau si anu. Cukup kemauan dan komitmen dari diri sendiri yang akan mengubah kita dan menggerakkan kita sebagai manusia otonom.

Dalam kehidupan, kita tidak akan pernah lepas dari stimuli dan reaksi. Lumrahnya, manusia akan berpikir bahwa reaksi terhadap satu stimuli akan dipengaruhi oleh 3 hal dasar yang susah untuk diubah manusia, yaitu DNA, lingkungan dan cara manusia itu dibesarkan (parenting).

Tapi ternyata, ada manusia2 bijak yang bertindak bertentangan dengan 3 hal dasar yang ada di dalam dirinya. Manusia bebas itu memutuskan untuk melakukan tindakan baik ke orang yang menjahatinya.

Karena, ternyata, di antara stimuli dan reaksi, memang ada 3 hal dasar yang mempengaruhi manusia, tapi tetap ada hal lain yang dipegang oleh manusia itu sendiri. Hal itu adalah PILIHAN…

Yes, you hold your own choice. You decide your own way… :-)

Di sesi berikutnya, dijabarkan juga pentingnya kita berbagi ilmu dan kebaikan yang kita miliki, karena dengan berbagi (menggunakan berbagai teknik dan power of multiplication), kita akan menjadi salah satu manusia yang menjadikan bumi ini lebih baik. A better place to live…

Dan karena ada hubungan dengan sikap dan mental yang harus dibangun pekerja dan pengusaha di saat krisis. Seminar ini ditutup dengan sesi yang menjabarkan profesionalisme dan pribadi.

Sebagai seorang profesional, kita harus bisa dengan pasti dan jelas membedakan kita dan orang lain sebagai pribadi dan seorang pekerja profesional. Perhatikan lebih lanjut, apakah tindakan yang kita terima diakibatkan pribadi kita sendiri atau konsekuensi dari profesi kita.

Seorang yang bisa memisahkan kehidupan pribadi dan profesionalime akan menjadi orang yang lebih baik dan lebih bahagia.

Seminar ini sendiri cukup seru buat saya pribadi, karena diselingi oleh game dan diskusi yang membuat apa yang dijabarkan menjadi lebih meresap dan langsung bisa dipraktekkan.

Seminar ini juga ditutup dengan pengukuhan komitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik, yang berjuang sepenuh hati untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik dari institusi manapun pesertanya berasal.

Yes, no matter what happen, I committed to be a better woman…

Yes I will… :-)

Comments»

1. hendrik lim - 19 December 2008

so sweet, yes you will be a better woman, no doubt at all
hendrik lim