Nights in Rodanthe 17 February 2009
Posted by sannywannatell in Book, Pilem.Tags: nicholas sparks, nights in rodanthe, richard gere
trackback

Kali ini film yang dibahas diangkat dari sebuah novel karangan Nicholas Sparks dengan judul yang sama.
Saya sudah baca bukunya sebelum menonton film ini. Sedikit berubah dari cerita di buku, tapi inti yang diangkat tetap sama, percintaan dua manusia yang bertemu di Rodanthe ketika sama2 menghadapi masalah dalam kehidupan rumah tangga-nya.
Bercerita tentang Adrienne Willis yang menginap di Rodanthe untuk membantu sahabatnya menjaga losmen di pinggir pantai. Di saat yang sama, Paul Flanner, seorang dokter bedah kecantikan memutuskan menemui keluarga pasien yang meninggal di meja operasi.
Saat mereka hanya berdua di losmen itu, badai hebat mengamuk. Kejadian ini malah mendekatkan mereka berdua. Dimulai dari cerita tentang kehidupan pribadi, cinta pun bersemi.
Paul dalam perjalanan menyusul anak yang tidak pernah mendapat kasih sayang nya ke Ecuador untuk menjadi dokter sukarelawan disana. Paul dan Adrienne berjanji akan bertemu lagi setelah 1 tahun Paul di Ecuador.
Namun sayang, sebuah kecelakaan merenggut nyawa Paul, sehingga anaknya Mark lah yang menemui Adrienne. Mark menyampaikan terima kasih, karena dengan bertemu Adrienne, ayahnya menjadi orang yang berbeda.
Perbedaan antara buku dan film terletak pada cara penyampaian cerita. Di buku, Adrienne menceritakan kisah cintanya dan Paul untuk membangkitkan semangat putri nya yang goncang karena ditinggal mati suaminya. Sedangkan di film, cerita mengalir begitu saja.
Tetep, novel karangan Nicholas Sparks emang Te O Pe. Cuma memang masih belum bisa menyaingi A Walk to Remember.


Comments»
No comments yet — be the first.