Confession of a Shopacholic 23 March 2009
Posted by sannywannatell in Pilem.Tags: film, shopaholic, sophie kinsela
trackback

Awalnya penasaran nonton pelem ini karena udah baca bukunya. Tapi ternyata emang tidak mengecewakan, tidak seperti pelem2 laen yang juga diangkat dari buku. Judulnya sih ga usah saya sebutin, karena entar bakal banyak pens2 yang berkomentar marah di blog ini
Film ini sendiri memuaskan ekspetasi saya. Merupakan gabungan antara cerita yang cewe banget, percintaan, persahabatan dengan humor yang ga maksa. Ditambah pemeran yang memang ekspresif dan menguasai peran meskipun ga cantik2 amat.
Apalagi nih, kemaren itu nonton di 21 Blok M Square yang baru buka. Yang harganya ga sebanding dengan fasilitasnya. Maksudne bukan kecewa, malah amazed dengan fasilitas bangku dan layar yang keren, harganya sama dengan bioskop Cikarang yang pas2an.
Seperti novelnya, film ini berpusat pada kehidupan seorang Rebecca Bloomwood yang akrab dipanggil Becky. Cewe gila belanja ini mempunyai 12 kartu kredit yang hampir semuanya (atau semuanya??) melewati batas kredit karena kebiasaannya yang suka ga pake mikir kalo lagi belanja. Mungkin karena di masa kecilnya, sang Ibu suka membelikan Becky barang2 sale yang murah dan ‘enggak banget’.
Setelah majalah tempatnya bekerja bangkrut, Becky harus menemukan tempat kerja baru. Dan impiannya adalah menjadi jurnalis di Allete Magazine yang menjadi trend fashion. Sayang, posisi itu sudah terisi, dan untuk mendaki tangga karir, ia berusaha bergabung dengan salah satu majalah finansial yang merukapan ‘kerabat’ majalah fashion itu.
Kisah cinta dimulai ketika semua kartu kredit Becky melewati batas saat ia begitu bernafsu membeli sebuah selendang hijau. Mencoba mencari 20 dolar, Becky bertemu dengan Luke Brandon yang memberinya uang karena terganggu dengan sikap Becky yang menerobos antrian dan membuat keributan. Dengan alasan syall itu akan diberikan kepada Bibinya yang sedang sakit, Becky mendapat uang dan syall yang diincarnya.
Naas, saat interviu dengan majalah finansial “Successfull Savings”, Becky kembali bertemu dengan pria yang ditipunya untuk membeli syal. Saat itu Becky memakai syall yang dibelinya dan buru2 mencoba menyingkirkan barang itu. Namun, tetap kebohongan nya terbongkar dan ditutupi dengan kebohongan lain bahwa sang Bibi sudah meninggal.
Karier Becks kemudian dimulai ketika ia salah mengirim artikel ke majalah finansial. Artikel yang ditujukan untuk Allete Magazine malah sampai ke tangan Luke, yang kemudian menganggap artikel itu cerdas karena menggunakan kiasan wanita yang membeli sepatu boot. Becky pun diterima kerja di majalah itu meskipun ia buta sama sekali dengan masalah keuangan.
Beberapa keberuntungan menyelamatkan Becky. Artikel lain yang ditulisnya didasarkan pada kejadian ditipu ketika membeli barang sale yang ternyata buatan China. Luke pun mempercayai Becks untuk menemaninya menghadiri beberapa acara kantor. Becky juga dikenal dengan sebutan Gadis berSyall Hijau.
Beberapa kekacauan terjadi di hidup Becky. Penagih utangnya menguntit dan meneror Becks kemanapun ia pergi. Sahabatnya Suze meminta Becks mengikuti pertemuan para shopaholic yang berusaha menyingkirkan kebiasaan mereka. Di salah satu pertemuan, Becks menitipkan barang belanjaan nya ke orang yang ternyata pelatih baru pertemuan itu. Barang yang dibawanya pun diberikan ke sebuah toko amal.
Dan di keranjang belanja itu, ada baju yang seharusnya digunakan Becks sebagai pendamping pernikahan Suze. Suze yang kemudian melihat bajunya dipakai seorang nenek2 pun marah kepada Becks. Kelihatannya semua aspek kehidupan bergerak menentang Becks. Sahabat yang marah, penagih utang yang muncul di acara TV pertamanya, dan Luke sang lelaki pujaan yang mulai mengetahui kebohongan Becks.
Akhirnya, lelang semua barang yang dimiliki Bekcs dilakukan untuk menutup utangnya yang sudah jatuh tempo. Sedikit sentimental ketika Becks juga menjual syall hijau yang menjadi awal pertemuannya dengan Luke. Tapi semuanya berhasil menutup utang dan dibayarkan Becky dengan memecah semua uang dalam bentuk recehan dan dimasukkan ke dalam stoples2 yang memenuhi ruang kerja sang penagih utang.
Pada hari pernikahan Suze, Becks mencoba berbaikan dengan datang mengenakan baju yang seharusnya dipakainya setelah melakukan barter dengan sang perempuan. Setelah pernikah, Becks pun berhasil mengalahkan nafsu belanja nya dan bertemu dengan Luke yang membawa syall hijau legendarisnya. Ternyata penawar yang membeli syall itu adalah orang suruhan Luke.
Layaknya cerita Cinderella, cerita kehidupan Becks pun berakhir bahagia. Tapi film ini tetap menghibur dan memuaskan ekspektasi saya. Dan yang paling penting, Mas Pacar tidak tertidur bosan ketika menonton film ini dan terkesan cukup menikmati meski tidak merasa film ini sebagus saya menilainya.


Comments»
No comments yet — be the first.