jump to navigation

Hak Sebagai Konsumen 30 April 2009

Posted by sannywannatell in Cuap-cuap sang Author, My Opinion.
Tags: , ,
trackback

Yang namanya manusia, yang notabene adalah makhluk sosial yang ga bisa lepas dari bantuan dan interaksi dengan sesama manusia, kita pasti pernah dihadapkan dalam posisi sebagai konsumen.Tentunya apapun posisi kita di dalam masyarakat dan semua struktur kehidupan, ada yang dinamakan hak.

Sebelumnya sih, pengen konfirmasi dulu, kalau postingan ini sama sekali ga bermaksud menyinggung ras mana pun atau siapapun. Karena memang ada beberapa ras yang sering mendapat predikat tertentu untuk stereotipe yang sering melekat.

Posting ini ditulis, karena ada seseorang yang cerita ke saya tentang pengalaman yang ga enak tentang pelecehan hak nya sebagai konsumen. Memang bukan pelecehan berat yang kesannya gimana gitu, tapi tetep aja bikin saya pengen mengangkat topik ini.

Cceritanya seseorang itu membeli makanan di sebuah tempat. Karena ga mau menyinggung ras tertentu, saya memilih untuk ga menuliskan tempat makan seperti apa yang dimaksud.

Karena keterbatasan dana, menu yang jadi pilihan adalah nasi dengan sedikit kuah dan perkedel kentang. Dengan dana 5 ribu rupiah, makanan yang cukup mengenyangkan pun bisa didapat.

TETAPI… dan ternyata, harga terjangkau tidaklah menjamin kualitas barang yang dibeli. Karena setelah diteliti lagi, perkedel yang dibeli ternyata sudah berlendir, alias udah ga layak lagi dikonsumsi. Untung tuh orang ga semangat 45 makannya ga peduli makanan apa yang masuk perutnya dan tiba2 sakit perut aja gituh.

Ya wajar sih orang yang mempunyai usaha mementingkan keuntungan dan ogah rugi. Cuma… ogah rugi sih ogah rugi, tapi tetep donk kudu menghormati hak konsumen. Kalau emang apa yang dijual udah ga layak konsumsi, kenapa masih dipaksain habis?? Mending rugi sedikit dengan membuang makanan yang sudah ga layak konsumsi itu daripada konsumen sakit perut atau keracunan kemudian menuntut biaya ganti rugi pengobatan. Toh ujung2nya biaya yang dikeluarkan jadi lebih gede kan?!

Memang kita ga bisa sepenuhnya menuntut pihak produsen peduli dengan hak kita sebagai konsumen. Kita sendiri juga KUDU HARUS WAJIB memperjuangkan hak kita. Kita juga KUDU HARUS WAJIB meneliti dulu barang yang akan kita konsumsi, karena kalo kita teledor, ya kita2 juga yang rugi.

Jadi, marilah kita sama2 mulai untuk jadi konsumen yang lebih cerdas dan peduli dengan hak2 kita. :-)

Comments»

1. Yellow - 17 May 2009

Waduh, kalau saya pasti saya ingat2 tuh restoran, masukin di black list dan sebar2 informasi ke teman2 biar bangkrut sekalian aja (Wakakak, evil mode on). Kalau seperti itu bisa dilapor gak ya ke YLKI nggak ya?

sannywannatell - 18 May 2009

Wah kurang tau ya bisa dilaporin ke YLKI atau ga.
Nah ini yang saya lakukan adalah menyebarkan informasi, tapi ga usah disebutin nama tempatnya sih.
Cukup ngingetin biar sebagai konsumen kudu hati2 aja :-)