Disturbia

Sebenarnya film ini hampir jadi pilihan ketika saiyah mo nonton Rush Hour 3, tapi karena waktu itu lagi pada cape, kita milih film yang lebih ringan dan lebih menghibur dengan alasan kalo kita nonton film thriller bakalan bikin kita tambah lemes karena tegang…

Well, ternyata cerita Disturbia ini sendiri ga seperti yang dibayangkan di mana semua adegan isinya bunuh2an dan banyak darah di mana2…
Film ini sendiri malah dimulai dengan alur yang cukup lambat dan sedikit melow… Klimaks malah baru dimulai di menit2 ke 50

Kale, sang tokoh utama harus kehilangan ayahnya karena kecelakaan.
Ada rasa bersalah yang ga pernah hilang di dirinya karena ia pun sebenarnya ada di lokasi kecelakaan dan mengalami luka2 yang cukup parah, hanya saja tidak sampai kehilangan nyawa…Setahun berlalu, Kale mendapat hukuman tahanan rumah karena mukulin guru yang telah menghina ayahnya…
Di kakinya dipasang alat yang bisa mendeteksi di mana posisi Kale.
Sekian meter dia keluar dari rumah, lampu pada alat akan berubah merah dan alarm di kepolisian akan menyala….

Hari2 awal hukuman dihabiskan Kale dengan nonton TV, dengerin musik dan ber internet ria. Lalu sang ibu yang berubah menjadi diktator setelah kematian ayahnya memutus segala fasilitas yang ada.
Rutinitas Kale berubah dengan memperhatikan kegiatan sehari-hari tetangganya dengan menggunakan teropong…
Ada sedikit elemen romantis ketika Ashley, tetangga yang baru pindah, muncul dalam keterkekangan Kale…

Bersama temannya Ronnie, mereka bertiga secara tidak sengaja mengetahui kalo salah satu tetangga mereka adalah pembunuh sadis yang diberitakan di televisi….
Mereka tetap memonitor kegiatan tetangga yang mereka curigai itu…

Parahnya, mereka ketahuan dan mulai diteror oleh si pembunuh itu…
Diteror mereka bukannya takut ato gimana, eh mereka masih juga ngelakuin aksi nekat seperti masuk ke mobil si pembunuh untuk mencuri kode akses masuk ke garasi rumahnya.
Dilandasi rasa penasaran yang tinggi, Ronnie juga masuk ke garasi untuk memeriksa hal2 mencurigakan…
Parahnya, si Ronnie ketahuan dan hampir ketangkep..
Panik, Kale meninggalkan rumahnya, dan alarm kepolisian mendeteksi hal itu….
Kale malah harus menghadapi sidang karena sudah berani meninggalkan rumah….

Pada akhirnya, Kale meninggalkan rumah lagi, setelah ibunya ditawan si Pembunuh, dan orang itu masuk ke rumahnya dalam usaha membunuh Kale, Ronnie dan Ashley untuk menghilangkan bukti kejahatannya….

Lagi, seperti layaknya film2 thriller lagi, Kale berhasil menaklukkan yang jahat dan dia dibebaskan lebih awal atas sikap baiknya berhasil menangkap pembunuh sadis yang sudah banyak memakan korban itu….

Not bad….but also not too good… ;>

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s