Biola Tak Berdawai





Mungkin sudah pada familiar dengan judul satu ini yang merupakan film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra.

Tapi yang mo saya bahas ini, bukan filmnya, melainkan sebuah buku yang saya pinjam dari perpustakaan Japan Foundation.

Cerita ini berpusat pada 4 tokoh, Renjani, Dewa, Mbak Wid, dan Bhisma.
Renjani adalah seorang wanita yang pernah melakukan aborsi karena diperkosa oleh guru les baletnya. Akhirnya dia mengabdikan hidupnya dengan membuka panti asuhan untuk anak2 tunadaksa atau anak yang memiliki lebih dari 1 cacat.

Dewa adalah seorang anak tunadaksa yang dirawat Renjani yang paling disayang. Entah karena kasih berlimpah dari sang ibu angkat atau keajaiban, anak cacat ini berhasil hidup lebih lama daripada anak2 sepertinya yang lain.

Mbak Wid adalah dokter di panti itu yang hobi meramal dengan tarot. Setiap harinya dia selalu duduk di ruangan penuh lilin dan mengocok kartu2 itu.

Bhisma, seorang pemain biola muda yang jatuh cinta pada Renjani dan peduli pada Dewa. Sayang cinta mereka tak bersatu karena Renjani sempat menolak dengan alasan perbedaan usia 8 tahun dan ketika Renjani harus berpulang karena kanker rahim yang dideritanya.

Cerita ini juga diselingi dengan cerita2 perwayangan yang jadi perumpamaan tentang tokoh2 ini sendiri.
Sebuah buku yang agak berat menurut saya. Tapi keren karena mengangkat topik yang jarang dibahas oleh orang lain…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s