Tentang Hidup

Hal pertama tentang hidup ini, pernahkah kita sadari kalau kita ini orang yang BERUNTUNG?
Ya; Anda dan saya; kita, kita semua adalah orang yang beruntung.

Jangan diingat kejadian2 jelek yang menimpa kita di hari2 sebelumnya
Jangan diingat kesialan yang mungkin pernah kita alami.
Kalau ga percaya, hanya dengan membaca postingan saya ini, Anda bisa membuktikan Anda tergolong orang yang beruntung.

Eiiiitttsss, jangan cembetut dulu nganggap saya narsis.
Ga ada niatan narsis loh.
Tapi beneran, Anda bisa membaca postingan ini tentu dengan fasilitas koneksi internet yang memadai (ato, at least ADA)
Itu bisa dibilang beruntung, karena banyak di luar sana orang yang tidak pernah mengenal internet dan bisa menggunakannya.
Juga, saya percaya, kita (atau setidaknya saya), tidak pernah turun langsung ke jalanan untuk menyapu jalan di tengah teriknya matahari.
Itu membuktikan juga kalo kita adalah orang yang beruntung.

Sebelumnya, saya mo konfirmasi dulu, saya tidak bermaksud melecehkan atau memandang sebelah mata orang2 yang pekerjaannya menyapu jalan atau pekerjaan lainnya.
Hal itu saya tulis, karena ada hubungannya dengan nilai yang saya anggap ada tentang hidup ini, KONTRIBUSI dan KETULUSAN.Setiap orang di dunia ini memberikan kontribusinya masing2 supaya dunia bisa berjalan, supaya hidup lebih seimbang.
Sekali lagi, bukannya melecehkan, tapi pernahkah kita bayangkan hidup tanpa ada para manusia berjasa yang melakukan pekerjaan yang kelihatannya sepele dan “tidak masuk level kita”?
Jujur, pasti ga pernah kita bercita-cita untuk menjadi tukang sapu jalan ataupun tukang sampah.
Tetapi pernah ga kita bayangkan, apa jadinya dunia ini tanpa orang2 yang mau melakukan pekerjaan itu?
Sampah, kekotoran dan debu bertumpuk di mana2, tanpa ada yang mau membereskan.

Memang bukan keinginan mereka juga melakukan pekerjaan itu. Bukan cita2 semua orang.
Tapi, saya menemukan, malah senyum tertulus itu tersungging dari seorang ibu penyapu jalan yang sedang menyeka keringat di siang hari bolong.

Tersenyum, tanpa ada maksud lain yang disembunyikan.
Tersenyum, tanpa pikiran di dalam hati yang menghujat “kenapa saya begini, kenapa orang lain begono?”
Mungkin kita harus belajar dari mereka, bagaimana membentuk lengkungan yang paling tulus di bibir kita tanpa ada embel2 lain. Tanpa ada pikiran2 jahat lain.

Semua orang, kita sadari atau tidak, memberikan kontribusinya masing2 buat hidup kita.
A big nonsense kalo kita merasa bisa survive hanya dengan kemampuan kita sendiri, a big nonsense kalo kita merasa ga butuh orang lain.
Itu sudah hukum alam, Bung.
Sudah sepatutnya kita memberi dan menerima sesuatu, ke dan dari orang lain.
Semua orang berkontribusi dengan caranya sendiri untuk hidupnya sendiri, untuk kita, untuk orang lain, untuk semua orang di bumi ini.

Jadi, apa berlebihan bila saya mengajak untuk menyadari keberuntungan kita dan mengucap syukur kepada-Nya?

*A thought of wise people wanna be

Advertisements

4 thoughts on “Tentang Hidup

  1. Good2, kamu sungguh wise ternyata… hehehhe

    sedikit orang yang bisa melihat gejala2 seperti itu..

    Good job anak muda

  2. sanny, secara garis besar gw setuju atas tulisan ini.
    tapi perlu diingat ungkapan lama yang masih berlaku sampai sekarang : “homo homini lupus “….
    ..manusia adalah serigala bagi sesamanya..
    so.be carefull to with your friend

  3. yup, cukup dua senjata nya manusia.
    syukur pas dikasi lapang, sabar pas ketemu ksempitan.
    selama kita jauh dari maksiat,
    selama itu segalanya layak diliat sbg ssuatu yg positif.

    selebihnya lengkapi ilmunya,
    karna ga mungkin mnghadapi hidup yg selalu berubah dengan ilmu yg tidak btambah.

  4. san, cuman nambahin lagi neh..
    gw jadi inget postingan loe waktu itu mengenai perbedaan, so apa jadinya kalo loe berpikiran dashyat seperti ini tapi lingkungan merespon sebaliknya?
    emang ada kalanya kita harus lebih kuat, apa loe mampu bertahan dengan hal ( dashyat ) ini?
    * intinya cuma, jangan putus asa kalo lingkungan menyakiti loe ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s