Journey to the Center of the Earth

journey to the center of the earth

journey to the center of the earth

Sebuah film yang ditonton di bioskop PIM dalam rangka 2 bulanan ^_^

Ya ya ya..entah kenapa selalu aja ada halangan di saat mo nonton film ini, dan akhirnya berhasil juga nonton Minggu 7Desember kemaren.

Seperti judulnya, film ini memang bercerita tentang perjalanan ke pusat bumi. Entah sebenarnya pusat bumi seperti itu atau bukan, ya saya juga ga tau, belon pernah dan ga pengen juga kesana, bisa2 pulang bukan gosong lagi, tapi tinggal nama karena hilang tanpa jejak…hehe….

Trevor, Hannah dan Sean ‘terjebak’ dalam sebuah perjalanan ke perut bumi yang dipandu oleh sebuah buku fiksi dengan judul yang sama dengan film ini dan mengikuti jejak2 yang ditinggalkan Max, kakak Trevor yang adalah ayah Sean.

Dari perjalanan di kaki gunung, mereka jatuh ke pusat bumi yang di dalamnya banyak sekali benda2 aneh yang sebelumnya hanya bisa dijumpai di buku2 pelajaran geografi dan hewan2 aneh yang sebelumnya hanya tinggal gambar dan fosil.

Beberapa istilah yang kurang familiar di telinga saya yang awam tentang geologi seperti muskovit lumayan sering diucapkan di adegan film ini. Tapi jadinya tau juga. Muskovit itu adalah lapisan batu alam yang sangat tipis sehingga perubahan massa sedikit saja di atasnya dapat memecahkan lapisan itu.

Film ini sendiri lumayan keren. Efek2 yang memang lumayan biasa didapat di film yang diproduksi di jaman high tech. Ceritanya merupakan gabungan science fiksi, komedi, dan tentu saja ada unsur percintaannya. Lumayan menghibur meskipun ada beberapa adegan yang kurang masuk akal.

Contoh, kayaknya rada ga mungkin ketika mereka jatuh ke pusat bumi dengan kecepatan tinggi mereka masih bisa mengobrol satu sama lain, karena kalo saya ga salah ingat, di saat perubahan ketinggian berlangsung dengan cepat, gendang telinga kita akan mengalami kesulitan mendengar karena adanya perubahan tekanan udara yang besar. Kalo ga percaya, coba kita analogikan dengan kondisi ketika kita baru keluar dari sebuah lift di sebuah lantai yang tingginya di atas 20 tingkat. Begitu keluar, pasti kita harus membuka mulut untuk mengeluarkan udara yang ‘terkurung’ di daerah sekitar gendang telinga kita. Itu terjadi karena adanya perubahan ketinggian yang cepat ketika kita ‘dibawa’ oleh lift dari lantai dasar ke lantai yang cukup tinggi. (kalo salah, ya berarti apa yang saya ingat salah 😛 )

Juga mereka sering meninggalkan ransel entah dimana, tapi ransel itu kembali saja muncul di adegan selanjutnya. Ga tau deh kapan ngambilnya…

Overall, film ini cukup keren dan menghibur kok… Cukup layak dijadikan hiburan dengan teman dan sahabat, baik beda atau sama jenis 😛

*original picture

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s