The Curious Case of Benjamin Button

benjaminbutton

Nonton film ini Sabtu lalu pas 4 bulanan. Rencana sih mo bowling, tapi karena telat berangkat dan hujan, takut Artha Gading kebanjiran, jadilah kita nonton aja di Semanggi.

Film ini bercerita tentang keanehan yang dialami Benjamin Button. Terlahir dari keluarga yang bergerak di bidang usaha kancing, Benjamin lahir dengan sosok kakek tua di dalam wujud bayi mungil. Kulitnya keriput dan memiliki banyak penyakit lazimnya diderita orang lanjut usia.

Semakin dewasa, fisik Benjamin berubah semakin muda. Usia balita dilewatkannya dalam tubuh lelaki tua. Diasuh oleh Quinnie, wanita yang menemukannya di pintu sebuah panti jompo, Benjamin bergaul dengan banyak orang2 tua lainnya.

Bertemu dengan gadis cilik bermata biru yang merupakan cucu seorang penghuni panti, Benjamin tak dapat melupakannya. Beranjak keluar menjajaki dunia yang sebenarnya, Benjamin bekerja sebagai awak kapal pengangkut barang.

Pertama kalinya Benjamin ‘belajar’ tidur dengan wanita, minum minuman keras dan melakukan hal2 ‘jantan’ lainnya.

Dia pun bertemu dengan ayah yang telah membuangnya. Ketika sang ayah meninggal, warisan pabrik dan usaha keluarga diberikan pada Benjamin.

Waktu berlalu, Benjamin bertemu lagi dengan Daisy, gadis cilik bermata biru yang mempesona nya. Mereka pun akhirnya menjalin hubungan dan mempunyai anak.

Saat2 galau dilewati Benjamin ketika putri mereka lahir. Sang putri terlahir normal sebagai bayi biasa. Tapi Benjamin menyadari bahwa ia akan bertambah muda dan tidak bisa memenuhi figur ayah yang dibutuhkan anaknya.

Ketika sang anak berusia 1 tahun, Benjamin menghilang dari kehidupan mereka setelah menjual semua hartanya dan meninggalkan warisan untuk Daisy dan Caroline, putri mereka.

Ketika akhirnya Daisy menemukan Benjamin kembali, lelaki tampan itu telah berubah wujud menjadi anak usia 7 tahun yang mengalami kepikunan.

Setiap hari dihabiskan Daisy untuk mengunjungi Benjamin yang semakin melupakan siapa dirinya. Sampai akhirnya Benjamin meninggal di pangkuan Daisy dalam rupa bayi mungil.

Film ini cukup bagus, meskipun terlalu detail dan panjang. 167 menit durasi dari awal sampai habis. Di beberapa bagian, ada kalanya terasa sangat bosan. Apalagi Brad Pitt tidak ditonjolkan kegantengan dan kemachoan nya. Cuma herannya, Mas Pacar ga sampe tidur nonton film ini. Cuma mengeluh ngantuk dan merebahkan kepala sebentar di bahu saya. Dasar cowok…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s