Curhat dan Dicurhatin

Hmmm, yang namanya wanita pasti ga pernah lepas dari kegiatan satu ini. CURHAT yang kata orang sih merupakan curahan hati.

Curhat menurut saya adalah kegiatan bercerita tentang apa yang sedang seseorang rasakan tentang seseorang, sesuatu atau apapun yang mengganjal perasaan nya. Bisa tentang masalah dengan pacar, keluarga, teman atau kehilangan sesuatu, seseorang, lagi ribut, lagi sedih, lagi marah, lagi bete.

Biasanya, orang yang dicurhatin adalah orang yang dipercaya oleh orang yang sedang curhat itu. Karena salah2, apa yang diceritakan bisa menyebar ke seluruh pelosok dunia layaknya ember bocor menumpahkan isinya ke lantai.

Ga disangkal, saya sebagai wanita juga pernahmelakukan kegiatan “wajib” ini. Seringnya sih kalo lagi berantem ama Mas Pacar πŸ˜›

Kalo ama Mas Pacar sendiri, biasanya curhat kalo lagi bete. Jadi ‘tong sampah’ gitu deh dia, untungnya dia sabar menghadapi pacarnya yang memang memiliki nafsu ngomong lebih dari orang biasa. Secara PR (salahin major sekarang) πŸ˜€

Saya sendiri juga lebih suka curhat ke cowo. Ntah kenapa, terasa ‘makhluk’ ini lebih logis dan tidak suka memanas2i suasana yang memang sudah panas. Mereka juga biasanya mendengar curhatan sampe habis, baru kemudian memberi saran yang menurut saya lebih logis dan netral. Mungkin karena mereka memang selalu memakai logika ya.

Hmm, selain curhat, saya juga pernah dicurhatin. Ada macam2 tipe curhat yang saya dengar. Yang emosional, impulsif, ato sekedar mengeluarkan isi hati tanpa ingin saran dan pemecahan dari orang lain.

Cuma kadang, ada 1 tipe pencurhat yang sangaaaatttt menyebalkan. Bukan karena ceritanya yang ga mutu atau karena gaya bercerita yang impulsif. Tapi karena setelah curhat, pernyataan dan pertanyaan yang dikeluarkan diulang2. Ga peduli sudah dikasih saran berulang kali, tetep aja diulang lagi, diulang lagi.

Hei, yang dicurhatin juga manusia. Menyediakan kuping aja kadang butuh tenaga extra loh. Kan panas juga dengar orang nyerocos terus2an. Liat2 situasi dan kondisi juga kalo mo curhat. Yang dicurhatin dalam keadaan fit ga buat bikin kuping jadi panas?

Kadang saya suka jadi ratu tega juga kalo menghadapi tipe pencurhat yang mengulang2 curhatan. 2 kali ditanggapi masih diulang, ya saya cuekin aja.

Maaf kalo terkesan kejam. Tapi kan saya juga manusia… πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s