Galaksi Kinanthi – Tasaro GK

Pertama kali dengar soal buku ini, dari plurk seorang teman yang sementara tinggal di Singapore. Pertanyaan pertama yang terlintas ketika membaca sang teman memuji-muji buku ini “apa iya sebagus itu? Sampai seseorang yang di Singapore saja bela2in membeli buku itu dan menyelesaikannya dalam 1 malam?”

Well, pengarangnya pun tak pernah saya dengar namanya. Tasaro GK. Ya, baru kali itu saya mendengar nama pengarang yang katanya adalah seorang best writer 😛

Karena penasaran, saya pun googling untuk menemukan detail lebih lengkap tentang buku ini. Hmm, tidak banyak hasil penemuan sang mesin pencari Google yang bisa dijadikan referensi. Akhirnya saya mulai googling toko buku online yang ada di Jakarta, dan dari sekian banyak jasa jual beli buku online, hanya 1 situs yang menyediakan buku ini.

Tanpa banyak pikir, saya langsung melakukan pemesanan dan melakukan transfer setelah mendapat jaminan buku ini bisa sampai di tangan saya sebelum Lebaran.

Ok, memang akhirnya buku ini sampai di tangan saya sebelum Lebaran, tapi setelah melewati proses misuh2 yang berlangsung 1,5 hari :-P. Pembayaran dilakukan hari Jumat, dengan gambaran buku akan langsung dikirim pada hari itu. Pada akhirnya buku tersebut baru dikirim pada hari Minggu, selesai di packing hari Sabtu (ow well, sebegitu lamanya proses packing dan pengiriman berlangsung ketika membeli buku secara online? Sebagai seorang yang pernah menggeluti bisnis jual beli online, saya sangat terkesan dengan servis yang mereka berikan)

Buku saya terima pada hari Rabu siang, dengan alasan sang kurir, seharusnya buku tersebut dikirimkan hari Selasa (which is 1 hari sebelumnya) tetapi karena sang kurir sakit, pengiriman pun tertunda. Seorang teman yang juga terprovokasi membeli buku tersebut dan melakukan transaksi pada hari Senin malah sudah menerima bukunya dari hari Selasa 😦

Anyway, kita sudahi membahas kronologi buku tersebut sampai di tangan saya. Mari kita beranjak membahas kenapa buku tersebut menakjubkan.

“Spoiler alert: jika tidak mau mengetahui cerita sebelum membaca sendiri bukunya, disarankan untuk tidak membaca kelanjutan posting ini” 😀

Kisah di buku ini berawal dari kisah masa kecil sang tokoh utama, Kinanthi, yang tinggal di daerah Gunung Kidul. Keluarganya yang miskin, dengan seorang ayah penjudi dan ibu yang sekian kali menikah karena ditinggal mati para suami, membuat Kinanthi kecil dijauhi oleh teman2nya. Hanya Ajuj, seorang pemuda, anak Rois di daerah tersebut yang setia menemani Kinanthi kemanapun gadis kecil itu berada. Sambil mengasuh Hasto, adik lelakinya, Kinanthi mengikuti kemanapun Ajuj pergi. Mencari yuyu (sejenis kepiting), ke rumah Mbah Gogoh, ataupun pulang sekolah menjadi latar pertumbuhan sesuatu yang mungkin disebut cinta.

Paragraf pembuka buku ini saja sudah mampu membuat saya melongo dengan rangkaian kata yang sangat menggelitik hati.

Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta.  Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh. Keindahan adalah ketika dia memperhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah…

Kebersamaan mereka terpaksa dipisahkan oleh adegan yang dilukiskan dengan kata2 menyayat hati, ketika kedua orang Kinanthi memutuskan untuk menyerahkan gadis itu kepada seorang kenalan bernama Pak Edi untuk melanjutkan pendidikan di kota Bandung. Bahasa halus untuk ‘dijual’ karena sang gadis ditukarkan dengan 50 kg beras.

Hidup Kinanthi pun tidak semakin baik setelah itu. Dia memang disekolahkan, tetapi merangkap menjadi pembantu rumah tangga di tempat Pak Edi. Baru bertemu seorang sahabat, Euis, yang bahkan meminjaminya uang untuk mengeposkan surat ke Ajuj, sang sahabat baru tewas terbunuh di angkot yang membawanya pulang dari kegiatan sehari2nya membantu orang tuanya berjualan di sebuah pasar yang buka dari dini hari.

Kemudian muncul seorang kakak kelas, Gesit, yang sering menemani kemanapun Kinanthi pergi. Membawa nya ke museum, mentraktirnya makan, membawa ke Tangkuban Perahu, sampai akhirnya hendak melakukan tindakan amoral di sebuah vila dalam perjalanan pulang dari Tangkuban Perahu.

Kinanthi seperti ditakdirkan sendiri, ketika hubungannya dan Gesit mendingin karena usaha Gesit tersebut. Tak berapa lama, Gesit pun bunuh diri karena merasa tidak dimaafkan oleh Kinan. Setelah itu, Kinan bertekad tidak akan terlalu dekat dengan siapapun, karena dia merasa setiap orang yang dekat dengan dirinya akan bernasib sial saja.

Apakah nasib Kinan sendiri tidak sial? Masa2 yang cukup manusiawi disekolahkan meski sepulangnya harus melakukan setumpuk pekerjaan rumah tangga pun segera sirna. Sepeninggal Gesit, majikannya tidak membolehkan Kinan bersekolah lagi.  Dipingit dan dihujani pekerjaan bertumpuk2 selama setahun, kemudian Kinan dibawa ke Jakarta. Untuk kemudian dikirim menjadi TKW ke Arab.

Di Arab, berulang kali berganti majikan, karena selalu diperlakukan sebagai budak. Dipukuli, disiksa, bahkan hendak dilecehkan oleh majikan lelakinya. Malah pernah dia cuma bertahan beberapa jam saja, karena sang Nyonya berniat memukulinya kemudian Kinan melawan dan kabur.

Beberapa lama hidup di penampungan KBRI, ada keluarga yang hendak berangkat ke Amerika, memilih Kinan untuk ikut menjadi pembantu dengan alasan hanya Kinan seorang yang bisa berbahasa Inggris. Tanpa pikir panjang, Kinan memutuskan untuk ikut keluarga tersebut dengan harapan mengubah nasibnya sebagai babu.

Minggu pertama dijalani dengan sangat manis. Keluarga tersebut memperlakukannya dengan sangat baik. Memasuki minggu kedua, topeng pun di buka. Sang nyonya rumah, ternyata adalah adik dari majikan yang pernah dilawan Kinan untuk menyelamatkan diri. Keluarga tersebut rupanya sudah mengincar Kinan dan merencanakan balas dendam.

Keadaan semakin memburuk sampai Kinan akhirnya melarikan diri ke sebuah mesjid. Disana dia bertemu Ny. Arsy, seorang muslim Mesir yang kasihan dengan kondisinya. Koneksi Ny. Arsy mempertemukannya dengan Miranda, seorang Indonesia yang bekerja sebagai penerjemah di pengadilan setempat. Berdasarkan laporan Ny. Arsy, Kinanthi dihadapkan ke suatu persidangan yang kemudian memutuskan untuk membebaskannya dari semua majikan, dan berhak bersekolah dengan biaya pemerintah dan mendapat pekerjaan dengan upah minimal untuk biaya hidupnya.

Galaksi Kinanthi mulai berputar dengan seharusnya. Sang gadis yang memang memiliki otak encer kemudian menjadi Profesor dalam usia yang cukup belia. Prof. Kinanthi Hope, kemudian bertemu dengan seorang editor muda asal Tibet, Zhaxi. Kepada Zhaxi, Kinan menceritakan hampir semua kisah hidupnya, termasuk tentang Ajuj, secara lisan, maupun lewat perantara naskah novel yang sedang ditulisnya.

Zhaxi, yang mulai memahami kehidupan Kinanthi, menyarankan sang profesor untuk kembali ke Indonesia. Karena menurut pria itu, Kinanthi perlu melakukan ‘pelepasan’ untuk semua perasaan yang selama ini tertanam di dalam hati dan pikirannya.

Awalnya Kinanthi ragu, tapi setelah bayangan dan mimpi akan Ajuj semakin membayanginya, Kinanthi langsung menuju Indonesia dan kembali ke kampung halamannya. Dengan sebuah mobil sewaan dan penampilan yang sangat elegan, kepulangan Kinanthi memunculkan banyak gosip di kalangan warga daerah tempatnya menghabiskan masa kecil.

Perhentian pertama adalah rumah tempat masa kecilnya, dimana dia mendapat informasi bahwa keluarga nya telah pindah ke tempat yang lebih buruk. Digambarkan di ‘rumah paling reyot sedunia’, Kinanthi bertemu Simbok nya dan mencari Hasto, adik yang selalu digendong kemanapun dia pergi dulu. Tak ada yang mengenali wajah Kinanthi. Dan pertemuan keluarga itu berlangsung rikuh karena ada perasaan tidak enak di hati Bapak dan Simbok nya yang telah menjual anak gadisnya.

Tak berapa lama di rumah, beberapa warga menghampiri rumah tersebut membawa berita bahwa gunung gamping longsor. Hasto menyebut bahwa Ajuj, ikut ke gunung itu. Cerita seperti terulang, ketika sesaat sebelum Kinanthi dijual, gunung itu juga longsor dan Ajuj juga sedang mencari gamping.

Sekarang Kinanthi dengan mobil Jazz sewaannya memacu ke gunung gamping, layaknya sepasang kaki kecil tanpa alas kakinya dulu berlari sekuat tenaga untuk menemukan Ajuj. Sang pujaan hati selamat, bahkan menolong orang2 yang mengalami luka parah. Dan Ajuj pun ditunjuk untuk mendampingi Kinanthi mengantar para korban ke rumah sakit terdekat di Wonosari.

Pertemuan pertama setelah hampir 20 tahun dipisahkan, tak membuat hati Kinanthi berdesir seperti yang selalu dia bayangkan ketika bertemu Ajuj lagi. Kinan bahkan tidak memperkenalkan diri ke Ajuj.

Perasaan yang selama ini dipendamnya, baru berkobar lagi, setelah mengetahui Ajuj akan segera menikahi anak mantan kepala desa. Kinan marah karena semudah itu Ajuj menggantikan posisinya. Tanpa pernah ia tahu, setelah dia dibawa pergi dengan paksa, Ajuj langsung pindah ke Bandung untuk mencari jejaknya. Kemudian pindah lagi ke Jakarta, ketika mengetahui dari Pak Edi bahwa Kinan telah pindah ke Jakarta.

Karena itulah semua surat Kinan tak pernah berbalas. Ajuj bahkan tidak tahu ada selembar surat yang pernah dipos-kan Kinanthi padanya. Surat tersebut disimpan rapi oleh Simbok Ajuj dan baru diberikan ketika Ajuj bertemu dengan Kinan dalam sebuah pertemuan yang diatur Hasto.

Kinanthi sudah hendak berangkat kembali ke Amerika, ketika Jogjakarta dan sekitarnya digoncang gempa berkekuatan besar. Kinan yang sedang menemani adiknya mencari sekolah dan kost di Jogja, nekad kembali ke Gunung Kidul untuk memastikan kondisi orang tua mereka, dan tentu saja, kondisi Ajuj.

Kedua orang tua Kinan dan Hasto selamat, namun Ajuj hilang di gunung gamping yang juga longsor. Nampaknya Ajuj tidak sedang mencari gamping, karena tas yang berisi 113 surat Kinanthi yang baru didapat dari Simboknya ditemukan tidak jauh dari tempat dia biasa mencari gamping. Ajuj seperti menenangkan diri, setelah mengetahui, bapaknya yang Rois terpaksa menikah di bawah tangan dengan seorang ratu gosip desa karena sang ratu gosip sudah hamil 4 bulan.

Perbuatan bapaknya itu telah membuat sang calon mertua membatalkan pernikahan Ajuj dengan anaknya. Kinanthi yang ikut dalam pencarian, akhrinya membuat janji kepada Tuhan. Dia yang selama ini telah melalaikan tugas dan kewajibannya sebagai seorang muslim, akan kembali mencari Tuhan jika Ajuj masih hidup. Doa Kinan dijawab. Ajuj diketemukan dalam kondisi selamat. Tapi nasib berkata lain… Luka yang diderita Ajuj sangat parah, sehingga meskipun selamat, Ajuj koma.

Sampai bagian ini, emosi saya sudah diaduk2 dengan sangat sukses oleh Tasaro. Barisan demi barisan kalimat dalam novel ini mampu membuat saya merasa ikut bergabung dalam kondisi yang dialami Kinanthi. Saya sudah setengah putus asa, Kinanthi dapat dipersatukan kembali dengan Ajuj.

Kinanthi kembali ke Amerika untuk menyelesaikan novel yang akan diterbitkannya bersama Zhaxi. Sang profesor juga membutuhkan dana untuk melanjutkan sewa alat support hidup yang melingkar di tubuh Ajuj. Novel yang berasal dari pengalaman hidupnya, berjudul “Galaxy of Love” – Galaksi Cinta. Judul yang dulu diberitahu Ajuj, untuk selalu menemukan dirinya di Galaksi itu… Galaksi yang berada di bawah kaki Galaksi Gubuk Pecheng.

Waktu setahun itu, ternyata tak mampu menyadarkan Ajuj dari tidur panjangnya. Orang tua Ajuj pun sudah mengikhlaskan putra satu2nya dan berniat melepas semua alat penopang kehidupan dari tubuh sang anak. Kinan yang bersikeras tidak mau melepas semua alat bantu tersebut, setidaknya sampai dia kembali ke Indonesia untuk mengucapkan perpisahan langsung ke Ajuj.

Sebelum kembali ke Indonesia, Kinanthi Hope meluncurkan novel Galaxy of Love. Di peristiwa launching buku yang dikoordinir oleh Zhaxi dan tim, Zhaxi memberanikan diri melamar Kinanthi. Zhaxi ingin menjadi lebih dari sekedar bayangan yang ada antara Kinanthi dan Ajuj.

Kinan tak sanggup menerima lamaran tersebut. Hatinya masih terkunci rapat untuk Ajuj seorang. Di tengah keterpurukannya menghadapi situasi yang tak pernah diduganya, handphone nya bergetar. Dari Hasto, yang mengabarkan kalau Ajuj telah sadar dan mencari dirinya.

Kisah Kinanthi dan Ajuj selesai sampai disana. Ketika membaca bagian akhirnya, ada 2 perasaan berbeda yang menyelimuti pikiran saya. Di satu sisi, saya senang, pada akhirnya Kinanthi dan Ajuj bisa mempersatukan kembali kisah cinta yang mereka perjuangkan hampir 20 tahun lamanya. Namun di sisi lain, ada bagian dari diri saya yang menginginkan Kinanthi bersatu dengan Zhaxi, karena pria tersebut selama beberapa tahun sanggup menjadi orang yang menyediakan bahunya disaat Kinan membutuhkan tempat untuk bersandar, dan menjadi pria yang menyediakan telinganya untuk semua keluh kesah Kinanthi.

But, well… itu pilihan Tasaro sebagai penulis. Sebagai pembaca, saya hanya kurang puas, adegan Kinanthi dan Ajuj dipertemukan kembali setelah lebih 1 tahun Ajuj tidur panjang, tidak dilukiskan dengan barisan kalimat sihir Tasaro. Saya juga ingin hanyut dalam deskripsi pertemuan sepasang kekasih yang terpisah lama itu.

Tapi sudahlah… Di akhir cerita pun, ada barisan kalimat lainnya yang mampu membuat saya ternganga:

Mencintai seseorang yang layak dicintai namun tidak pernah engkau miliki adalah neraka dunia. Rupanya aku pernah merasa memilikimu. Bukankah rasa kehilangan hanya akan ada jika engkau pernah merasa memiliki?

Two thumbs up for Tasaro GK 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Galaksi Kinanthi – Tasaro GK

  1. Seperti karya Tasaro sebelumnya “menggetarkan”, tapi buku yg ku dapat ada halaman yg hilang dan dobel, jd kurang enak bacanya. anyway, pengennya kinan ma zhaxi tuh, coz life after marry not just about LOVE, tp jg tentang TANGGUNG JAWAB (kok jd sejauh ini ya mikirnya (^-^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s