Busur dan Anak Panah

Oke, di kesempatan kali ini, saya akan mencoba berbagi perumpamaan yang diceritakan oleh Mama saya dulu ketika saya akan merantau keluar kota untuk menyambung pendidikan.

Jadi begini, menurut beliau, orang tua dan anak itu diibaratkan sebagai busur dan anak panah.

Orang tua adalah busur yang mempunyai efek daya pegas bagi anak panah. Sedangkan anak adalah anak panah yang dititipkan Tuhan untuk dijaga dan dirawat oleh si busur sampai tiba saatnya diberikan daya pegas untuk mencapai tempat yang menjadi tujuannya masing2.

Peran orang tua adalah mengasuh, merawat, memberi pendidikan dan pengertian ke anak tentang apa yang baik dan benar untuk dipersiapkan meluncur sendiri ke tujuannya.

Ketika kita bayi, balita dan masih belum puber, disitulah orang tua berperan membentuk dan mengasah busur yang mungkin pada saat diberikan tidak mempunyai bentuk yang bagus untuk dilontarkan.

Semua pelajaran, didikan, wejangan adalah pisau untuk mengasah sang anak panah menjadi bentuk yang siap untuk dihantar ke tempat tujuannya.

Dan layaknya busur yang sudah mengantar anak panah ke sasaran, ketika anak panah lepas dari sang busur, busur sudah ga punya wewenang apa2 lagi atas anak panah. Ketika sudah dihantarkan ke tujuan, giliran si anak panahlah yang menapaki sendiri sasaran tersebut.

Layaknya pula busur yang hanya bisa mengarahkan anak panah, dimana tempat akhir pendaratan  bergantung sepenuhnya pada anak panah. Ada faktor2 lain yang menentukan, seperti arah angin, bentuk si anak panah sendiri.

Dengan kata lain, ketika anak sudah dewasa dan sudah dihantarkan orang tua untuk mencapai tujuannya, orang tua sudah tidak bisa lagi sepenuhnya mengontrol sang anak sampe sedetail2nya. Itu sudah sepenuhnya menjadi keputusan sang anak dan pengaruh2 lainnya.

Mungkin bagi Anda yang telah menjadi orang tua, sudahkah Anda melakukan hal di atas? Sudahkah Anda mempersiapkan anak Anda agar bisa mencapai tujuannya? Dan bila Anda sudah melepas mereka ke sasaran, masihkah Anda mencampuri efek2 lainnya untuk menentukan tujuan agar sesuai dengan kehendak Anda? Saya yakin hanya Anda yang bisa menjawabnya 😉

Dan buat yang mungkin baru akan menjadi orang tua atau berencana menjadi orang tua, mungkin bisa dijadikan bahan renungan, bagaimanapun anak adalah titipan Ilahi kepada kita, tugas kita untuk menjaga, merawat dan mengarahkannya ke jalan yang benar. Namun pada akhirnya, sang anaklah yang harus menentukan jalan hidupnya sendiri 🙂

Semoga bermanfaat…

Advertisements

One thought on “Busur dan Anak Panah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s