Menjaga Hati, Mulut dan Tindakan Tidak Hanya di Bulan Ramadhan

Well, 1 Agustus 2011, hari pertama di bulan baru, dan hari pertama bulan Ramadhan.

Seperti judulnya, kali ini saya ingin membahas “fenomena” yang sering di-ekspos di bulan Ramadhan. Ketika bulan Ramadhan mendekat, slogan2 yang sering digembar-gemborkan adalah “Jaga hati, jaga sikap, jaga pikiran” Sesuatu yang menurut saya sebenarnya tidak hanya  harus dijaga selama bulan Ramadhan, tapi selama kita masih berstatus sebagai manusia yang notabene adalah makhluk sosial.

Entah mengapa, kadang kita sering lupa, setiap ucapan dan tindakan kita bisa menyakiti orang lain. Lalu mengapa mulut dan sikap kita itu hanya harus dijaga di bulan Ramadhan? Atau hanya diperketat penjagaannya selama Ramadhan? Memangnya kalau di bulan lain, ada perbedaan efek dari setiap ucapan dan tindakan kita?

Saya sendiri termasuk salah satu orang yang mungkin agak susah bersosialisasi dengan warga sekitar rumah. Mungkin perbedaan usia, pekerjaan dan kesibukan membuat saya jarang “main” dengan warga kompleks. Dan memang yang sering ngumpul2 di luar, di lapangan, kalo bukan rombongan ibu2 yang sibuk menyuapi balitanya makan, ya bapak2 yang goro atau hadir dalam pertemuan lingkungan.

Yang kadang sering membuat saya jengkel adalah sifat mereka yang sering pengen tau urusan orang lain. Dan menurut saya sih masih sedikit kolot. Tamu beda gender datang ke rumah, pasti dipertanyakan, apalagi kalau sampai masuk ke rumah. Hellooo, tolong jangan negative thinking mulu donk. Ga selamanya cowo dan cewe di satu ruangan kerjaannya hanya ‘begituan’ (you know what I mean, right?)

Kadang2 sampe geleng2 kepala sendiri, apa kalian sendiri yang memang pikirannya sempit, atau… justru kalian kalau “bercampur” dengan makhluk berbeda gender, pikirannya cuma begituan?

Saya sendiri ga tau jawaban pastinya, tapi yang pasti menurut saya, manusia memang manusia sosial, tapi jangan lupa, ada juga yang namanya PRIVASI. Jadi ya suka2 gw donk dengan urusan gw, selama gw ga nyinggung lu, kenapa lu yang rempong?

Menurut saya sih intinya begitu, menjaga sikap dan ucapan harus selalu kita lakukan kapan saja dan dimana saja. Jangan hanya karena 1 bulan suci datang kita jadi sibuk menata diri. Lalu setelah bulannya ga suci lagi, bebas mau ngapain? Rasanya tidaklah ya 😉

Sebagai penutup, izinkan saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa pada semua saudara Muslim. Semoga amal ibadah dilancarkan dan bisa menyambut Idul Fitri 🙂

Advertisements

One thought on “Menjaga Hati, Mulut dan Tindakan Tidak Hanya di Bulan Ramadhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s