Shampoo

Berhubung hari ini adalah hari keramas, mari kita bahas tentang shampoo. jadi kemaren2 ga keramas gitu? 😛

Ini bukan kali pertama saya ngebahas shampoo di blog ini. Bedanya kali ini saya ga akan ngebahas spesifik 1 merk shampoo. Cuma pengen sharing, pengalaman bershampoo selama 25 tahun. Hihihi…

Seingat saya, cuma sedikit varian shampoo yang bener2 cocok buat saya. Yang paling saya ingat ketika SD atau SMP, ada shampoo bermerk Organics yang cukup lama saya pakai dan cocok sampai merk tersebut menghilang dari peredaran. Ntah apa alasannya merk tersebut ga diproduksi lagi.

Yang jelas, setelah merk tersebut menghilang, perjalanan mencari shampoo yang cocok pun dimulai. Beberapa merk shampoo akan saya sebut, tidak ada maksud untuk mempromosikan atau menjelek2kan 1 varian. Hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai konsumen.

Nah, seingat saya, beberapa merk shampoo saya coba, sampai saya cukup setia menggunakan Sunsilk. Lalu ntah mengapa saya berubah menjadi pengguna Pantene. Cukup lama setia dengan Pantene, ntah yang anti dandruff atau perawatan rambut rontok, akhirnya saya beralih ke varian Lively Clean, karena Pantene mengganti parfum pada varian lainnya. Sejak saat itu, entah sugesti karena tidak suka wangi parfum barunya atau memang tidak cocok, kepala saya selalu gatal setiap habis keramas.

Ketika akhirnya varian Lively Clean pun mengikuti standar parfum varian lainnya, Pantene mengeluarkan varian Nature Care. Dengan wangi yang berbeda dari lainnya, cukup lama saya menggunakannya. Memang kepala tidak gatal, tapi rambut jadi kering banget. Dan juga kulit kepala, terasa panas dan kadang perih terlebih pada cuaca panas.

Meskipun tak sepenuhnya cocok, saya bertahan menggunakan varian Pantene tersebut, karena coba2 shampoo lain selalu menyebabkan kepala saya gatal. Sampai akhirnya jadi ‘korban iklan’ Dian Sastro, saya pun mencoba Loreal Total Repair 5. Saya beli botol kecil, dan coba beberapa saat. Shampoo  ini meng-klaim bahwa bisa mengatasi 5 masalah rambut mulai dari kering, rontok sampai bercabang. Iklannya ga boong sih. Rambut saya jadi jauh lebih lembut daripada ketika menggunakan Pantene Nature Care.

Lalu apakah masalah selesai sampai disana?

Nggak 😀

Loreal memang mengatasi 5 masalah pada rambut. Tapi tidak pada kulit kepala 😦 Memang tidak menyebabkan gatal2 pada kulit kepala saya, tapi yang saya perhatikan, shampoo ini juga masih kurang bersahabat untuk saya. Yang terjadi adalah, kulit kepala saya menjadi seperti berketombe, tapi dalam ukuran besar. Bukan tipikal yang berguguran di bahu seperti ketombe normal, shampoo ini membuat kulit kepala saya bisa dikelupas dalam ukuran besar ketombe.

Intinya sih, shampoo yang sekarang saya pakai pun belum sepenuhnya cocok untuk kepala saya. Fine for the hair, but not the scalp.

Cuma ya karena tidak sampai sangat mengganggu dengan rasa gatal yang muncul, masih saya pakai sampai sekarang.

Ada ga yang punya pengalaman yang sama dalam ber-shampoo? Siapa tau bisa tukar2an info 😀

Day 3 #25HariMenulis

Advertisements

One thought on “Shampoo

  1. mending ke dokter aja mbak, nanti sama dokternya diperiksa apakah ada kandungan2 tertentu dalam shampo yg nggak cocok sama kulit kepala mbak. saya juga belum nemu shampo yang cocok kok mbak. sejauh ini, saya paling cocok sama pantene tapi tetep aja masalahnya: rontok. padahal uda coba berbagai macam shampo dari mulai yang agak mahal & punya prestise (l’oreal) sampe emeron dan shampo herbal mustika ratu. sedih deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s