Serba Serbi Pembuatan Paspor Secara Online

Okeh!

Bukan saya yang buat paspor dan bukan saya yang mau ke luar negeri *penting* 😀

Ceritanya, saya bantuin keluarga untuk mengajukan permohonan pembuatan paspor secara online.

Katanya sih lebih gampang dan ga ribet.

Berdasarkan pengalaman saya, inilah langkah-langkah yang dilakukan sewaktu membuat paspor secara online:

  1. Klik link https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml dan pastikan data yang dimasukkan benar.

  2. Submit permohonan, lalu Anda akan menerima email notifikasi pembayaran. Ingat! Pembayaran dilakukan maksimal 5 hari kerja setelah menerima email tersebut.

  3. Lakukan pembayaran via ATM / Teller BNI, lalu klik link pada email notifikasi dan konfirmasi pembayaran dengan memasukkan nomor pembayaran.

  4. Pilih tanggal kedatangan ke Kantor Imigrasi yang sudah dipilih, lalu print formulir yang dikirimkan ke email.

Mudah?

Kelihatannya begitu.

Tapi yang perlu dicatat, Anda  harus EKSTRA HATI-HATI!

Saya membuat kesalahan dalam mengisikan data. Seharusnya memilih Penggantian Paspor (karena habis masa berlaku), tetapi malah klik di permohonan pembuatan baru.

Apa yang terjadi?

Uang yang sudah disetorkan di teller BNI, HANGUS!

Yang lebih menyebalkan adalah respon petugas kantor imigrasi yang sama sekali tidak bersahabat.

Setelah menemukan kesalalahan dalam permohonan paspor, kami disuruh pulang dan melakukan permohonan online kembali. Pada akhirnya kami dilayani karena melihat yang nenek saya yang sudah cukup sepuh dan KTP-nya sudah seumur hidup. Disebutkan bahwa uang yang sudah dibayarkan bisa di-refund ke BNI.

Dan ketika dengan PD-nya saya kembali ke cabang BNI tempat saya menyetor uang, oleh teller diinformasikan bahwa dana yang sudah disetorkan tidak dapat ditarik lagi.

Ketika kembali ke kantor imigrasi untuk mengambil paspor yang sudah jadi, saya menanyakan kembali tentang proses refund. Yang dijawab tidak bisa. “Kalau daftar online memang rentan salah. Kalau ada kesalahan, uang hangus.”

JENG JENG JENG JENG…

Saya coba browsing dan menemukan bahwa banyak yang mengalami kejadian sama dengan saya. Semuanya berakhir dengan dana yang sudah disetor tidak dapat di-refund.

Pertanyaannya adalah, dari begitu banyak dana masuk yang tidak jadi dibuatkan paspor, adakan pencatatan yang jelas dan bagaimana penggunaannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s