Buku Obral

Sebelumnya saya sudah cerita kan ya, kalo sekarang mostly saya adalah fakir internet.

Akses internet satu2nya hanya internet dari smartphone yang kecepatannya tergantung jam sibuk.

Ketiadaan sumber hiburan membuat saya beralih membeli dan membaca banyak buku.

Buku yang dibeli dari berbagai macam genre, dan gak selamanya dari pengarang terkenal.

Saya pernah beli buku impor dari sebuah situs online, beli buku lokal dari situs online juga, dan terakhir ini beli buku obral dari situs online 😀

Kadang saya bertanya, kenapa sebuah buku dimasukkan ke rak buku obral?

Gak selamanya buku2 obral itu jelek lho.

Contohnya buku obral terakhir yang saya beli. Ketiganya memang novel ringan dengan tema travel dan cinta, tapi semua orang butuh bacaan ringan untuk santai kan? 😉

Salah 1 novel yang saya beli dan sekarang sedang dibaca adalah ini

Travel in Love

Travel in Love

Seperti judulnya, buku ini berkisah tentang perjalanan 2 sahabat yang sedang berusaha melupakan kisah cinta masing2.

Jatayu melupakan Kelana, kekasihnya yang meninggal di pendakian gunung. Paras melupakan Kanta, kembaran Kelana yang berhasil memporakporandakan hatinya karena tak pernah merespon perasaan cintanya.

Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian sesuai kota dan daerah yang dikunjungi kedua sahabat ini.

Penceritaannya cukup detail dan runut, tanpa romantisme berlebihan yang bikin eneg. Cerita fokus pada tujuan dua sahabat dan tempat yang mereka kunjungi pun cukup terkenal.

 

Buku lainnya yang sudah saya baca adalah Macaroon Love dan Lovely Proposal.

Kedua buku ini karangan novelis Indonesia yang inti cerita utamanya tentang pencarian cinta sang tokoh utama.

Not bad at all, ntah karena selera membaca saya yang terlalu mudah dipuaskan atau karena memang buku yang sudah tak laku dimasukkan rak obral, yang jelas saya menikmati membaca buku baru dengan harga murah 😀

 

 

Review: Kedai 1001 Mimpi

Sebenarnya, sudah cukup lama saya pengen baca buku ini.

Akhirnya bisa direalisasikan bulan ini 🙂

Kedai 1001 Mimpi

Valiant Budi a.k.a @Vabyo adalah seorang WNI asli yang mempunyai obsesi untuk bekerja dan menetap di Arab Saudi.

Impiannya terwujud ketika diterima bekerja di sebuah kedai kopi international yang mempunyai cabang di kota Damman.

 

Seluruh buku ini menceritakan kisah pengalaman dan kejadian sehari-hari yang dialami oleh Vibi (demikian dia dipanggil oleh rekan kerjanya).

Banyak kisah tentang betapa orang Indonesia masih dianggap rendah karena rata-rata TKI berprofesi sebagai PRT di sana.

 

Yang menyebalkan adalah betapa rasisme masih sangat tinggi di negara ini. Banyak peraturan yang tidak berlaku bagi mereka yang memang warga negara Arab.

Tapi ga semua juga sih.

 

Saya menyukai gaya penulisan Vabyo yang ringan tapi sering menggelitik. Bagaimana dia bisa menceritakan cerita menyebalkan atau kepiluan karena ditindas dengan gaya bahasa yang bisa membuat terpingkal.

Pengalaman singkat tentang bagaimana bertahan di negara orang karena pada akhirnya Vabyo memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dikemas dalam bab – bab yang menarik untuk dibaca 🙂

Yang sering membuat terpingkal adalah bagaimana Vabyo harus menghadapi berbagai macam pelanggan yang suka aneh tapi gak mau kalah. Ada saja akhirnya kalimat pamungkas yang akhirnya membuat sang pembeli ngotot diam tak berkutik 🙂

 

Ga salah memang buku ini dinominasikan sebagai salah satu Best Seller 2013.

Worth to buy and read 😉

Supernova – Dee

Dee Lestari

Dari sekian buku yang sudah ditulis oleh Dee, saya baca semuanya, tapi kalau tidak semuanya pernah saya review di blog ini, sudah dapat disimpulkan mana yang jadi favorit saya kan? 😀

Berhubung saya baru siang ini menyelesaikan buku terakhir Supernova yang sudah beredar di toko buku, saya jadi pengen membuat post-nya 😆

Sepaket hadiah ulang tahun yang agak terlambat datang ini (thank you anyway :-)), saya babat dalam waktu 5 hari 😛 Nafsu pengen cepet2 ngelarin.

Soalnya saya cuma bisa komentar 1 kata aja buat Dee “SUPER”

Entah bagaimana seorang Dee bisa mengolah sekumpulan cerita yang bercampur dengan ilmu Fisika, Biologi dan Psikologi menjadi satu bacaan menarik yang bikin mata saya ga mau berpaling sebelum selesai. Begadang sampe masuk angin pun dijabanin dah *tsaaahhh*

Pertama baca Supernova di tahun 2004. Saat itu saya masih tahun pertama kuliah S1. Baca  bukunya pun hasil minjem. Hihihi…

Dan setelah 8 tahun, di saat saya berada di tahun kedua kuliah S2, Partikel akhirnya muncul ke peredaran. Tetap jenius seperti biasa. Dan mulai menampakkan hubungan2 antara keempat buku yang sudah terbit. Ternyata begini toh tokoh di buku ini berhubungan sama tokoh di buku itu.

Detail ceritanya ga usah dibahas ya… Kepanjangan bok… Trus juga ga seru aaahh… Harus baca sendiri 😀

Ketika menyentuh halaman terakhir Partikel, perasaan puas membaca kisah apik itu malah berubah jadi sebel. Duh, kok masih bersambung aja ya? Masih ada 2 episode lagi yang ntah kapan bakal terbit.

Untuk bisa tune in ama cerita Supernova ini saja saya harus mulai baca dari awal lagi. Bener2 udah lupa..

Masa iya kalo episode berikutnya terbit saya di tahun ketiga kuliah S3? @_@ gaya udah kayak mau sekolah ampe S3 aja

Mudah2an nggak ya. Ga sabar. Dan kalo bisa sih ga perlu sampe baca ulang dari buku pertama karena udah lupa sama sekali ceritanya saking lama nunggu 😀

Day 10, #25HariMenulis

*Gambar saya edit dari sini

Hunger Games

#Day2 #25HariMenulis

Kali ini saya pengen membahas The Hunger Games. Sudah agak lama tidak membahas buku atau film terlebih karena blog ini juga jarang diupdate.

Nah, kebetulan banget judul kali ini adalah buku yang sudah diangkat ke film layar lebar di awal tahun ini. Saya sendiri lebh dulu menonton filmnya daripada membaca bukunya. Baca bukunya pun baru selesai semalam. Itupun e-book 😀 Yah, my bad, kadang suka ga terlalu telaten merawat buku, jadi agak jarang beli buku. Berhubung satu resolusi tambah umur adalah lebih banyak membaca, e-book juga gapapa lah ya… Yang penting buku, dan paperless 😀 *ngeles*

Okay, balik ke topik, awal menonton film Hunger Games ini pun, karena penasaran. Teman yang sudah membaca bukunya sangat penasaran bagaimana jika cerita ini difilmkan. Dan setelah menanyakan pendapatnya atas film ini dan dijawab recommended, saya pun nonton. Meski sama sekali blank genre-nya apa ceritanya bakal seperti apa.

Tapi ternyata memang tidak menyesal. Buat saya cerita dan alur film ini menarik.

Continue reading

Mengapa Cewek Cantik Pacaran dengan Cowok Jelek?

Judul yang nyentrik untuk postingan di tanggal 6, bulan ke-6 tahun 2011?

Well, bukan salah saya donk 😉 Karena saya hanya memakai judul buku yang saya pegang itu untuk dijadikan judul post hari ini 🙂

Setelah bulan Mei lalu isi blog ini kebanyakan adalah review film, mari kita memulai bulan baru dengan review yang berbeda 😀 ujung2nya tetap review juga yak

Continue reading